Surat al-Nas yang berjumlah enam ayat ini hampir semuaorang Muslim di dunia hafal dengan mudah, memiliki maknayang luar biasa. Pertama, kita hanya berlindung kepada Allah Swt, Rabbsemesta alam yang telah menciptakan manusia dan seluruh yang ada baik di duniamaupun di akhirat. Karena itu tidak ada yang pantas dijadikan sembahan kecualiAllah Swt dan tidak ada dijadikan perlindungan kecuali Allah Swt. Allah adalah al-Murabbi(pendidik), al-Muwajjih (pemberi arahan), al-Ra’iy (pemilik) al-Hâmi(pelindung) (Lihat Tafsir fi Zilal al-Qur’an).
Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah Saw disihir
oleh seorang Yahudi yang bernama Labid ibn A’sham dengan memasukkan beberapa
helai rambut Rasul Saw ke dalam sumur Dzarwan milik Bani Dzuraiq. Dari sebab
itu, Rasulullah Saw sakit selama enam bulan sampai seakan-akan ia melakukan
sesuatu tetapi sebenarnya ia tidak lakukan.
IIkhwan dan akhowatfillah... Saya berharap antum-antunna semua membaca tema yang sangat penting ini agarbisa mengambil manfaat darinya dalam menghafal Al-Quran dalam 10 menit. Tidak ada istilah mustahil... antum-antunna semua bisa.
Kalau sekiranya setiap kita membuat jadual harian, niscaya kita dapatkan betapabanyak waktu kita yang terbuang sia-sia. Ketahuilah bahwasannya kita akandihisab tentang waktu yang kita gunakan di dunia ini. Marilah kita hisab waktukita sebelum kita dihisab dihadapan Allah SWT kelak.
Saudara-saudaraku yang kucinta,ketahuilahbahwa sekarang ini kita banyak menyaksikan umat yang tak lagi memiliki ghirah (kecemburuan), seakan menjadi hamba yang tak mengenal akan Rabbnya.
Maka, ketika agama kita diperangi, dihina, dilecehkan dan didustakan oleh orang-orang kafir, tak sedikitpun ada ghirah dalam diri kita. Hati, pendengaran dan mata kita tertutup. Sehingga, tidak ada rasa keinginan untuk melawan dan memusuhi orang-orang kafir yang terang-terangan telah memusuhi Allah, Rasul, dan KitabNya.
MOTIVASI BERINTERAKSI DENGAN AL QUR'AN (BAG-AKHIR)
Written by KH. ‘Abdul ‘Aziz ‘Abdur Ra’uf, Al-Hafidz, Lc
Tuesday, 16 December 2008
Merayu Diri Agar Mencintai Al-Qur’an
“Haijiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagidiridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalamsurga-Ku”(QS Al-Fajr [89]:27-30)
Ungkapanlembut tersebut adalah rayuan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang juga disertaiajakan yang provokatif. Bagaimana mungkin kita tidak tergiur dengan rayuansemacam itu?
Written by KH. ‘Abdul ‘Aziz ‘Abdur Ra’uf, Al-Hafidz, Lc
Monday, 01 December 2008
JANGAN SUKA MEMVONIS DIRI
“Dan mereka berkata: ‘Hati kami tertutup’. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk hati mereka karen keingkaran mereka. Maka sedikit sekali mereka yang beriman.”(QS Al-Baqarah[2]:88)
Sikap suka memvonis diri bertolak belakang dengan tawadlu untuk membuka diri terhadap dakwah. Ketika dakwah Rasulullah ditanggapi kaum Yahudi dengan “Saya tidakmungkin mampu menerima da’wah ini, karena hati saya sudah tertutup” berarti mereka bukan saja jauh dari hidayah Al-Qur’an bahkan Allah Swt melaknat sikapkufur tersebut dan mereka jauh untuk menjadi manusia yang beriman.